Rabu, 24 Agustus 2016

kenangan april

Bondowoso_13 februari 2010

                                                        Untuk yang terkasih
Assallamualaikum Wr.Wb

Di awali dengan doa dan sholawat kepada junjungan nabi besar mohammad saw..
Segala puji dan kesempurnaan hanya Allah yang maha memiliki dan maha mengetahui,teriring doa dan harapan sekiranya engkau masih sudi menerima suratku ini yang insyAllah akan menjawab semua keraguanmu tentangku.sebelumnya beribu maaf ingin aku haturkan kepadamu sekiranya kesalahan terdapat pada semua kata yang aku tuliskan untukmu sehingga dendam di hati hendaknya akan meredam segala bentuk permusuhan dan kesalah pahaman

Malam telah larut membawa bayangan di pelipis mataku hingga aku tak mampu terpejam demi merehatkan tubuhku yang serasa kaku oleh kesibukan dan perkerjaan,aku teringgat akan semua yang pernah aku lakukan dimasa lalu bersamamu,sehingga aku sempatkan diri tuk menyapamu melalui surat ini karna aku tau tak ada lagi celah buatku untuk bisa bersamamu walau hanya untuk melepaskan semua yang ada di fikiranku.terahir aku Tanya kabarmu melalui sms dari telpon selulerku karna rinduku padamu telah membuatku tidak tenang.hari itu aku ketempatmu tapi tak seorangpun aku temukan disana,aku fikir lebih baik aku sms tapi aku takut karna mungkin saja kau waktu itu masih dengan yang kau kasihi dan aku takut kau marah-marah lagi,banyak yang aku bebankan di benakku apalagi itu tentang mu karna aku takut kau akan terluka karnaku

Siang itu matahari mulai membakar semangatku menjadikan rinduku akan dirimu tak lagi bisa aku bendung,ku ambil telpon selularku menyapa dan bertanya akan kabarmu tapi tak aku dapati jawaban dari telpon selulermu entah kenapa aku tidak tau,hanya ku mencoba mengerti dirimu dengan tidak mempermasahkan sikapmu kepadaku.tapi lagi-lagi aku merasa aneh setelah kau membalas smsku dengan nada yang agak tinggi terbaca olehku dan belum aku membalas sms itu kau malah sms lagi dengan kata-kata yang jauh lebih tajam dari yang sebelumnya,kau bilang aku berubah dan hanya di penuhi dengan nafsu belaka,berubah bukan aku yang dulu lagi yang hanya dengan sekali sms aku bisa langsung ada di depanmu tidak perduli walaupun aku harus meninggalkan tanggung jawabku pada pekerjaanku,aku berfikir apa salahku kali ini.kenapa selalu saja aku yang salah seakan tak ada kebenaran pada setiap perkataanku,terkadang aku merasa lelah dengan semua ini dan ingin semua ini hanya sampai disini,tapi entah rasa sayang ini malah menjadikanku semakin menghempaskan keberanianku tuk tinggalkanmu.

Satu hari berlalu,dua hari berlalu tetap saja aku biarkan kau dalam anggapan dan amarahmu padaku hingga kau akan menyadarinya bahwa kau telah menyakiti hati orang yang tak bisa membencimu,aku sendiri melewati semua ini sementara banyak pasangan kekasih telah berbagi senyoman demi mengobati hati yang terluka,aku tidak perduli dengan semua itu karna aku tak punya tempat untuk berbagi senyoman,mungkin hari itu senyommu hanya buatnya bukan buat siapa-siapa apalagi aku,semua berlalu cepat sekali meski yang ku jalani teramat menyayat sanubari.

Hari ini sebuah sms menyapaku lagi dengan nada maaf yang membelah sunyi,aku tersenyom dan mulai berfikir bahwa kau telah kembali,ku balas sms itu dengan kata maaf pula teriring doa semoga semuanya baik-baik saja,entah aku salah berharap atau malah salah mengartikan semua ini tapi yang jelas kau masih sama seperti kemarin menyakitiku lagi,tuduhan itu nyaring di gendang telinggaku menembus jangtungku,,kenapa selalu aku yang salah,,?kenapa meski aku yang berubah sementara kau fikir kau masih sama seperti yang dulu,aku lagi,,aku lagi,,aku lagi,,terus saja aku lagi biarkan semua salah itu menumpuk di pundakku,biar aku pikul sampai dimana aku mampu membawanya nanti,malam ini ingin aku sampaikan padamu tentang perasaanku setelah kita sama-sama tak seperti dulu lagi,pernahkah aku berkata tidak saat kau inginkan aku untuk di sampingmu,pernahkah aku katakan tidak saat kau menginginkan sesuatu dariku,,?pernahkah aku katakana tidak saat kau bilangabi maaf ya abi harus pulang dulu kita gak jadi pulang bareng karna mas udah menuju kesini buat jemput akutaukah kau waktu itu aku gak pulang dari kuliah tapi aku dari rumah hanya buat jemput kamu karna kau sms aku buat ngajak aku pulang bareng,apa kau tak pernah berfikir bagaimana sakitnya hatiku saat itu dan pernahkah aku marah karna itu,kamu tidak menyangka kan kalau aku bisa juga sakit hati tapi tak pernah aku tunjukkan padamu karna aku sayang sama kamu.aku selalu berusaha jadi yang terbaik buatmu berharap saat terahir kita bersama,kau tak akan melupakan kenangan indah ini denganku.

Tujuh hari kau bersamanya pagi,sore terkadang malam sementara untuk bersamaku 1 kali dalam sebulan untuk bersamaku itu nyaris tidak ada dan apakah aku salah jika aku cemburu dan apakah aku salah jika aku meminta satu hari bersamamu sebelum aku lepaskan kamu selamanya bersamanya,hatiku perih saat aku membayangkan kau ada di pelukannya pagi,siang,sore,dan malam sementara kamu yang mengaku mencintaiku tak pernah mau memberiku waktu satu hari saja dalam satu bulan mu,dan masihkah kau mau berfikir bahwa kau tidak berubah terhadapku,,,?perubahanmu tiap hari tiap waktu telah merobek hatiku dan aku hanya bisa mengeluh karna itu tapi tak bisa marah padamu.

Tanya hati kecilmu apa aku saat ini bagimu,bila kau sayang aku cinta aku maka aku yakin bukan ini yang akan kau lakukan padaku,waktu berjalan maju kedepan bukan mundur seperti cecurut dan aku sangat takut kehilanganmu sebelum aku pastikan kau mencintaiku dari lubuk hatimu yang paling dalam,aku tidak takut kalah perang karna kau buatku bukanlah barang yang harus jadi rampasan ataupun piala bergilir yang harus aku menangkan.tapi kau buatku adalah permata pembangkit kehidupanku dan kebahagiaanku dan apabila kau tenggelam pada suatu pasir yang menghanyutkan maka sebelum semua itu terjadi aku pastikan semua itu akan menimpaku sebelum bisa menghanyutkakmu

26 juli 2008 pertama kali ku kecup bibirmu yang terasa manis karna darah itu telah membasahi pori-pori kulitku yang kau gigit di antara belukar itu di atas ketinggian dan kicauan burung.batu cadas panas itu telah membakar jiwaku tuk selalu bersumpah akan menjadikan kebahagiaan menjadi nama tenggahmu

Maafkan aku semoga jalan terbaik akan jadi jawaban dari isi suratku dan semoga sang hyang maha kuasa menjadikan semuanya lebih baik meskipun itu membutuhkan waktu
AMIN..

kenangan april

Bondowoso_13 februari 2010

                                                        Untuk yang terkasih
Assallamualaikum Wr.Wb

Di awali dengan doa dan sholawat kepada junjungan nabi besar mohammad saw..
Segala puji dan kesempurnaan hanya Allah yang maha memiliki dan maha mengetahui,teriring doa dan harapan sekiranya engkau masih sudi menerima suratku ini yang insyAllah akan menjawab semua keraguanmu tentangku.sebelumnya beribu maaf ingin aku haturkan kepadamu sekiranya kesalahan terdapat pada semua kata yang aku tuliskan untukmu sehingga dendam di hati hendaknya akan meredam segala bentuk permusuhan dan kesalah pahaman

Malam telah larut membawa bayangan di pelipis mataku hingga aku tak mampu terpejam demi merehatkan tubuhku yang serasa kaku oleh kesibukan dan perkerjaan,aku teringgat akan semua yang pernah aku lakukan dimasa lalu bersamamu,sehingga aku sempatkan diri tuk menyapamu melalui surat ini karna aku tau tak ada lagi celah buatku untuk bisa bersamamu walau hanya untuk melepaskan semua yang ada di fikiranku.terahir aku Tanya kabarmu melalui sms dari telpon selulerku karna rinduku padamu telah membuatku tidak tenang.hari itu aku ketempatmu tapi tak seorangpun aku temukan disana,aku fikir lebih baik aku sms tapi aku takut karna mungkin saja kau waktu itu masih dengan yang kau kasihi dan aku takut kau marah-marah lagi,banyak yang aku bebankan di benakku apalagi itu tentang mu karna aku takut kau akan terluka karnaku

Siang itu matahari mulai membakar semangatku menjadikan rinduku akan dirimu tak lagi bisa aku bendung,ku ambil telpon selularku menyapa dan bertanya akan kabarmu tapi tak aku dapati jawaban dari telpon selulermu entah kenapa aku tidak tau,hanya ku mencoba mengerti dirimu dengan tidak mempermasahkan sikapmu kepadaku.tapi lagi-lagi aku merasa aneh setelah kau membalas smsku dengan nada yang agak tinggi terbaca olehku dan belum aku membalas sms itu kau malah sms lagi dengan kata-kata yang jauh lebih tajam dari yang sebelumnya,kau bilang aku berubah dan hanya di penuhi dengan nafsu belaka,berubah bukan aku yang dulu lagi yang hanya dengan sekali sms aku bisa langsung ada di depanmu tidak perduli walaupun aku harus meninggalkan tanggung jawabku pada pekerjaanku,aku berfikir apa salahku kali ini.kenapa selalu saja aku yang salah seakan tak ada kebenaran pada setiap perkataanku,terkadang aku merasa lelah dengan semua ini dan ingin semua ini hanya sampai disini,tapi entah rasa sayang ini malah menjadikanku semakin menghempaskan keberanianku tuk tinggalkanmu.

Satu hari berlalu,dua hari berlalu tetap saja aku biarkan kau dalam anggapan dan amarahmu padaku hingga kau akan menyadarinya bahwa kau telah menyakiti hati orang yang tak bisa membencimu,aku sendiri melewati semua ini sementara banyak pasangan kekasih telah berbagi senyoman demi mengobati hati yang terluka,aku tidak perduli dengan semua itu karna aku tak punya tempat untuk berbagi senyoman,mungkin hari itu senyommu hanya buatnya bukan buat siapa-siapa apalagi aku,semua berlalu cepat sekali meski yang ku jalani teramat menyayat sanubari.

Hari ini sebuah sms menyapaku lagi dengan nada maaf yang membelah sunyi,aku tersenyom dan mulai berfikir bahwa kau telah kembali,ku balas sms itu dengan kata maaf pula teriring doa semoga semuanya baik-baik saja,entah aku salah berharap atau malah salah mengartikan semua ini tapi yang jelas kau masih sama seperti kemarin menyakitiku lagi,tuduhan itu nyaring di gendang telinggaku menembus jangtungku,,kenapa selalu aku yang salah,,?kenapa meski aku yang berubah sementara kau fikir kau masih sama seperti yang dulu,aku lagi,,aku lagi,,aku lagi,,terus saja aku lagi biarkan semua salah itu menumpuk di pundakku,biar aku pikul sampai dimana aku mampu membawanya nanti,malam ini ingin aku sampaikan padamu tentang perasaanku setelah kita sama-sama tak seperti dulu lagi,pernahkah aku berkata tidak saat kau inginkan aku untuk di sampingmu,pernahkah aku katakan tidak saat kau menginginkan sesuatu dariku,,?pernahkah aku katakana tidak saat kau bilangabi maaf ya abi harus pulang dulu kita gak jadi pulang bareng karna mas udah menuju kesini buat jemput akutaukah kau waktu itu aku gak pulang dari kuliah tapi aku dari rumah hanya buat jemput kamu karna kau sms aku buat ngajak aku pulang bareng,apa kau tak pernah berfikir bagaimana sakitnya hatiku saat itu dan pernahkah aku marah karna itu,kamu tidak menyangka kan kalau aku bisa juga sakit hati tapi tak pernah aku tunjukkan padamu karna aku sayang sama kamu.aku selalu berusaha jadi yang terbaik buatmu berharap saat terahir kita bersama,kau tak akan melupakan kenangan indah ini denganku.

Tujuh hari kau bersamanya pagi,sore terkadang malam sementara untuk bersamaku 1 kali dalam sebulan untuk bersamaku itu nyaris tidak ada dan apakah aku salah jika aku cemburu dan apakah aku salah jika aku meminta satu hari bersamamu sebelum aku lepaskan kamu selamanya bersamanya,hatiku perih saat aku membayangkan kau ada di pelukannya pagi,siang,sore,dan malam sementara kamu yang mengaku mencintaiku tak pernah mau memberiku waktu satu hari saja dalam satu bulan mu,dan masihkah kau mau berfikir bahwa kau tidak berubah terhadapku,,,?perubahanmu tiap hari tiap waktu telah merobek hatiku dan aku hanya bisa mengeluh karna itu tapi tak bisa marah padamu.

Tanya hati kecilmu apa aku saat ini bagimu,bila kau sayang aku cinta aku maka aku yakin bukan ini yang akan kau lakukan padaku,waktu berjalan maju kedepan bukan mundur seperti cecurut dan aku sangat takut kehilanganmu sebelum aku pastikan kau mencintaiku dari lubuk hatimu yang paling dalam,aku tidak takut kalah perang karna kau buatku bukanlah barang yang harus jadi rampasan ataupun piala bergilir yang harus aku menangkan.tapi kau buatku adalah permata pembangkit kehidupanku dan kebahagiaanku dan apabila kau tenggelam pada suatu pasir yang menghanyutkan maka sebelum semua itu terjadi aku pastikan semua itu akan menimpaku sebelum bisa menghanyutkakmu

26 juli 2008 pertama kali ku kecup bibirmu yang terasa manis karna darah itu telah membasahi pori-pori kulitku yang kau gigit di antara belukar itu di atas ketinggian dan kicauan burung.batu cadas panas itu telah membakar jiwaku tuk selalu bersumpah akan menjadikan kebahagiaan menjadi nama tenggahmu

Maafkan aku semoga jalan terbaik akan jadi jawaban dari isi suratku dan semoga sang hyang maha kuasa menjadikan semuanya lebih baik meskipun itu membutuhkan waktu
AMIN..

Jumat, 28 Desember 2012

DISELAMATKAN JIBRAIL KERANA TAKUT BUAT DOSA


Dikalangan Bani Israil di zaman dahulu, ada seorang lelaki yang sangat tekun dan rajin mengerjakan ibadah. Ia mempunyai wajah yang kacak dan segak hingga ramailah wanita yang tertawan dengan ketampanannya. Namun rasa takutnya kepada Allah SWT menjadi pendinding utama dapat mengawalnya daripada berfoya-foya.
 Suatu masa, ketika sedang menjaja tas keranjang daun kurma buatannya sendiri, ia sampai di hadapan istana raja. Kebetulan salah seorang daripada dayang istana itu ternampak lelaki tersebut dan terpesona dengan ketampanannya. Dayang itu kemudiannya bercerita mengenai lelaki itu kepada permaisuri raja. Permaisuri begitu tertarik lalu timbul niat jahat di hatinya.
“Suruh orang muda itu masuk menghadap,” titahnya kepada dayang tersebut.
Apabila lelaki itu berada di hadapannya, permaisuri menyerahkan sepasang persalinan pakaian diraja dan berkata, “Letakkan semua tas keranjangmu itu dan pakailah pakaian ini.”
Kemudian permaisuri itu menyuruh dayangnya mengambil minyak wangi untuk dipakaikan kepada lelaki tersebut.
Tanpa mengesyaki apa-apa, lelaki itu melakukan segala suruhan permaisuri. Lalu permaisuri itu pun berkata, “Orang muda! Kamu jangan khuatir. Beta akan memenuhi segala keperluanmu asalkan kamu bersedia memenuhi nafsuku.”
Sebaik sahaja terdengar kata-kata yang tidak disangka-sangkanya itu, gementarlah lelaki itu lalu berkata, “Aku tidak akan melakukan perbuatan terkutuk itu!”
Permaisuri cuba juga memujuk lelaki itu berkali-kali, tetapi gagal mempengaruhinya. Akhimya dengan perasaan marah, ia berkata, “Baiklah! Kalau kamu enggan memenuhi hajatku, kamu tidak boleh keluar dari sini.” Kemudian permaisuri mengarahkan dayang-dayangnya menutup semua pintu dan tingkap istana.
Setelah semua jalan keluar ditutup,lelaki itu bertanya, ” Wahai permaisuri! Bolehkah bawakan saya ke tempat yang paling tinggi dalam istana.”
Dengan harapan hajatnya akan dipenuhi, permaisuri itu pun membenarkan lelaki itu naik ke menara istana.
Apabila telah berada di puncak istana, lelaki itu berkata kepada dirinya sendiri, “Wahai jiwa! Selama 70 tahun kamu beramal mencari keredhaan Allah, Tuhan yang Maha Pemurah, apakah kamu akan merosakkannya dalam beberapa saat semata-mata untuk memenuhi keinginan nafsu dan syaitan? Demi Allah! Kau mengkhianati dirimu sendiri jika engkau tunduk kepadanya!”
Dalam keadaan malu dan, takut untuk melakukan maksiat kepada Allah, lelaki itu pun terjun dan menara yang tinggi itu.
Lalu Allah SWT yang Maha Pemurah dan Pengasih itu pun berfirman: “Wahai Jibril! Hamba-Ku itu terjun lantaran takut kepada kemurkaan-Ku dan kedosaan. Hamparkan sayapmu untuk menyambutnya, jangan sampai ia binasa!”
Begitulah kisah yang boleh menjadi teladan kepada kita perihal seorang yang takutkan Allah hingga begitu takut melakukan dosa, maka Allah selamatkannya dari terlibat dengan dosa. Banyak Hadis Nabi menyebut tentang fitnah wanita antaranya:
Imam Muslim dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis daripada Ibn Al-Zubair , bahawasanya Rasulullah saw bersabda yang bermaksud : “ Sesungguhnya wanita itu , ketika datang dari depan , dia datang dalam bentuk syaitan dan ketika pergi (membelakang tubuhnya) dia memperlihatkan bentuk syaitan pula .
Oleh sebab itu , jika salah seorang dari kamu melihat seorang wanita yang menarik perhatian , maka hendaklah segera mendapatkan isterinya , dengan itu dapat menolak (nafsu) yang ada di dalamnya .”
Syaitan itu membuat wanita kelihatan indah pada pandangan sebahagian besar orang yang melihatnya , agar mereka semakin banyak menimbulkan dosa-dosa dan orang warak akan melihat hal-hal yang diharamkan Allah swt
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam shahihnya ,daripada Abu Said Al-khudri bahawa Rasulullah saw bersabda , maksudnya : “Hendaklah kalian takut terhadap (Godaan) dunia dan takutlah kalian terhadap (godaan) wanita .”
Ibnu Abbas mengatakan , “Tidak ada dalam kalangan orang terdahulu yang menjadi kafir , kecuali gara-gara wanita dan orang yang terkemudian pun kafir gara-gara wanita(juga) .”
Said Ibnu Al-Musayyab berkata ,” Setiap kali syaitan berputus asa menganggu seseorang ,maka ia akan melancarkan ganguannya melalui wanita .”
Marilah kita hayati Puisi di bawah ini tentang dosa untuk diambil pengajaran dan iktibar.
MELUPAKAN DOSA
Melupakan dosa adalah satu dosa
Kemudian tidak pun takut dengan dosa yang telah dibuat adalah satu dosa pula
Kalau berbangga dengan dosa itu lebih-lebih lagi kesalahan itu bertambah membesar
Dosa itu bertambah besar dan bertimbun-timbun pula
Jika tidak takut dengan dosa sekalipun belum berbuat pun satu dosa satu kesalahan
Yang belum melakukannya satu kesalahan juga
Dosa itu bukan kerana sudah membuat kesalahan atau dosa
Tapi kerana tidak takut atau tidak bimbang terbuat dosa adalah satu kesalahan pula
Sebagai seorang hamba sepatutnya sentiasa takut dengan dosa
Sekalipun belum terbuat dosa
Begitulah sifat seorang hamba yang sepatutnya
Apatah lagi setelah membuat dosa
Lebih-lebih lagi takutnya membara
dan jiwanya keluh-kesah dan hatinya dukacita
Melupakan dosa, tidak takut dengan dosa yang dibuat
Dan tidak takut dengan dosa yang belum dibuat
Adalah seorang hamba yang sombong dan angkuh
Kerana dia telah membuang sifat kehambaannya
Membuang sifat kehambaan adalah satu kesombongan
Sombong bererti membesarkan diri
Membesarkan diri adalah satu kesalahan atau satu dosa
Kerana dia telah mengambil sifat Tuhan
Yang tidak sepatutnya dia memakai sifat itu
Itu adalah pantang larang Tuhan yang tidak patut dipakai oleh seorang hamba

TINGGINYA SIFAT KASIHSAYANG RASULULLAH



Kisah hidup Rasulullah SAW yang menunjukkan betapa tingginya sifat kasih sayang baginda.
1. Pernah seorang Arab Badwi menarik dengan begitu kasar jubah buatan Najran yang kasar kainnya, yang dipakai oleh Rasulullah SAW hingga berbekas leher baginda. Tetapi Rasulullah SAW tidak marah, malah menghadiahkan jubah itu kepada Arab Badwi tersebut.
2. Seorang wanita tua selalu menyakiti Rasulullah SAW dengan meletakkan duri, najis dan lain-lain halangan di jalan yang selalu dilalui oleh Rasulullah SAW. Namun Rasulullah SAW tidak bertindak balas. Pada satu ketika apabila wanita itu sakit, Rasulullah SAW menziarahi dan menunjukkan kasih sayang terhadapnya. Wanita tua itu terharu dengan kebaikan Rasulullah, lantas memeluk Islam di tangan baginda.
3. Rasulullah SAW pernah dilihat oleh para Sahabatnya mencium anak kecil, lantas seorang Sahabat menegurnya, “Engkau mencium anak kecil, ya Rasulullah?” Kerana pada sangkaannya Rasulullah tidak pernah mencium anak kecil. Baginda mengiyakan lantas bersabda, “Barang siapa tidak mengasihi, dia tidak akan dikasihi.”
4. Rasulullah SAW sangat mengasihi Sahabat-sahabatnya. Jika seorang Sahabat sudah dua tiga hari tidak kelihatan, baginda akan bertanya, “Ke mana perginya si polan si polan itu…”
5. Jika ada orang yang meminta tolong pada Rasulullah SAW, tidak pernah baginda tidak menunaikannya. Baginda sangat prihatin dan amat mengambil berat kesusahan orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menunaikan satu hajat saudaranya, akan ALLAH tunai 70 hajatnya.”
6. Pernah satu ketika seorang Arab Badwi kencing di satu sudut dalam Masjid Nabi. Ada di antara para Sahabat marah kerana sikap tidak beradab itu. Tetapi Rasulullah SAW tetap tenang dan berkata, “Biarkan dia menyelesaikan hajatnya…” Setelah lelaki tersebut selesai, Rasulullah SAW sendiri membasuh najis itu dan kemudiannya barulah memberitahu Arab Badwi tersebut adab-adab di dalam masjid.
7. Ketika Rasulullah SAW berdakwah dengan anak angkatnya Zaid bin Harisah di Thaif, baginda telah dibaling dengan batu oleh kanak-kanak dan pemuda-pemuda nakal yang disuruh berbuat begitu oleh penduduk kota tersebut. Akibatnya, lutut Rasululah SAW telah berdarah. Melihat penganiayaan itu, malaikat sangat marah sehingga menawarkan untuk menghempap penduduk Thaif dengan bukit-bukit sekitar bandar itu. Tetapi Rasulullah SAW menolaknya dan berkata, “Jangan, mereka tidak tahu saya ini rasul-Nya.” Malaikat menjawab: “Tuan benar.” Selepas itu baginda terus berdoa untuk penduduk Thaif: “Ya ALLAH berilah petunjuk bagi kaumku, mereka tidak mengetahui.”
8. Pernah seorang Sahabat duduk secara menghimpit paha atas paha dengan Rasulullah SAW. Baginda membiarkannya sahaja untuk menjaga hati Sahabat tersebut supaya tidak menganggap yang Rasulullah SAW tidak sudi duduk bersamanya.
9. Sewaktu hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW telah dikejar dengan kuda oleh seorang bernama Suraqah yang bercita-cita merebut hadiah yang ditawarkan oleh kafir Quraisy Makkah jika berjaya membunuh Rasulullah SAW. Setiap kali kuda Suraqah mendekati Rasulullah SAW, setiap kali itulah kudanya tersungkur jatuh. Rasulullah SAW tidak bertindak apa-apa. Rasulullah memaafkannya. Akhirnya Suraqah menyerah dan berjanji tidak akan cuba membunuh Rasulullah SAW lagi.
10. Satu ketika seorang musuh bernama Da`thur mendapati Rasulullah SAW sedang berehat di satu batu. Dia terus melompat dan meletakkan pedangnya di leher Rasulullah SAW dan berkata, “Siapa yang akan menyelamatkan nyawa kamu dan tanganku?”
Rasulullah SAW spontan menjawab, “ALLAH!”
Mendengar jawapan Rasulullah itu, Da`thur menggeletar hingga pedangnya jatuh daripada tangan.
Rasulullah SAW mengambil pedang itu dan bertanya, “Kali ini siapa yang akan menyelamatkan kamu dari tanganku?”
Da`thur tergamam dan menjawab, “Tiada siapa.”
Akhirnya Rasulullah SAW memaafkan Da`thur. Melihat kasih sayang yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW itu, Da`thur pun mengucap dua kalimah syahadah (masuk Islam).
11. Rasulullah SAW sangat penyayang dengan anak-anaknya dan bertimbangrasa dengan isteri-isterinya. Pada kesilapan isteri-isterinya, baginda selalu memberi maaf. Baginda juga membantu kerja-kerja rumah dan menampung jubah dan kasutnya sendiri.
12. Rasulullah SAW selalu berjalan dengan fakir miskin dan sering menziarahi janda-janda, bertanya akan keperluan hidup mereka. Bahkan dengan orang-orang miskin dan melarat, baginda selalu duduk bersama mereka, berbual, makan minum dan bermesra dengan mereka.
13. Pernah di satu pagi Hari Raya, Rasulullah SAW bertemu seorang kanak-kanak yang menangis di tepi jalan. Baginda terharu dan bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Kanak-kanak tersebut menjawab, “Ayah saya telah mati syahid sementara ibu saya sudah berkahwin lain. Nasib saya terbiar dan saya tidak ada baju barn dan lain-lain persediaan untuk berhari raya.” Rasulullah SAW mengalirkan air mata mengenangkan nasib kanak-kanak tersebut. Baginda berkata: “Sukakah kamu kalau aku menjadi ayahmu dan Aisyah (isteri Rasulullah) menjadi ibumu?” Sungguh tidak terkira gembiranya rasa hati kanak-kanak itu, bila mendengar Rasulullah SAW yang mulia menjadi ayahnya. Baginda pun membawa pulang kanak-kanak tersebut ke rumahnya. Kanak-kanak itu dimandikan, dipakaikan dengan baju raya dan dijamu makan. Betapa gembiranya hati kanak-kanak itu, begitulah gembiranya hati Rasulullah SAW kerana dapat menggembirakannya.
14. Pada ketika yang lain, dalam perjalanan menuju ke pasar, Rasulullah SAW melihat seorang budak (hamba sahaya) sedang menangis di tepi jalan. Bila baginda tanyakan mengapa menangis, budak itu menjawab bahawa dia menangis kerana duit yang diberi oleh tuannya telah hilang. Rasulullah SAW terus mengganti duit yang hilang itu dengan duit baginda sendiri. Tetapi apabila baginda balik dari pasar, dilihatnya budak yang sama masih menangis. “Kenapa kamu masih menangis?” tanya Rasulullah SAW. “Kali ini saya menangis kerana takut dimarahi dan dipukul oleh tuan saya kerana saya sudah terlambat pulang dan pasar,” jawab budak itu.
Untuk mengelakkan budak itu daripada dimarahi, Rasulullah SAW sendiri menemaninya pulang. Rupanya rumah itu dihuni oleh sekumpulan wanita. Rasulullah SAW terus memberi salam. Setelah tiga kali memberi salam, barulah salam Rasulullah SAW itu dijawab. Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kamu tidak dengar salam saya sebelumnya?” Wanita-wanita itu menjawab, “Kami dengar, tetapi sengaja kami tidak jawab supaya kami mendapat doa daripada Rasulullah SAW banyak kali…”
Rasulullah SAW terus menerangkan mengapa budak itu lambat. Baginda meminta supaya budak itu tidak dirotan, tetapi sekiranya mereka tidak puas hati, Rasulullah menawarkan dirinya sebagai ganti untuk dirotan. Lantas Rasulullah SAW menyingsing lengan bajunya. Mendengar kata Rasulullah SAW itu, kumpulan wanita itu lantas berkata, ” Tidak, ya Rasulullah. Mulai sekarang, kami merdekakanlah budak ini.” Itulah kesan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW.
16. Rasulullah SAW berjiran dengan seorang Yahudi. Baginda sangat menjaga hak-hak jiran. Baginda tidak pernah melakukan sesuatu yang menyakiti hati jirannya malah baginda selalu menghadiahkan makanan dan lain-lain hadiah kepada jiran Yahudinya itu.
17. Rasulullah SAW juga sangat mengambil berat tentang hak-hak kafir zimmi. Baginda bersabda: “Siapa yang menzalimi kafir zimmi walaupun orang Islam sayalah pembelanya (penebusnya).”
18. Rasulullah SAW juga sangat mengasihi binatang. Baginda melarang kanak-kanak menyeksa binatang. Untuk menyembelih binatang, Rasulullah SAW berpesan supaya menggunakan pisau yang tajam, agar binatang tersebutcepat mati dan tidak lama dalam kesakitan. Rasulullah SAW sering mengingatkan supaya unta-unta dan himar tidak dibebani oleh muatan yang berlebihan daripada apa yang sanggup ditanggung. Pernah seekor kucing tidur atas serban Rasulullah SAW. Maka baginda menggunting bahagian tempat kucing itu tidur di atasnya kerana tidak mahu mengejutkan kucing tersebut. Ketika dalam perjalanan dan Madinah ke Makkah di tahun kemenangan, Rasulullah melihat seekor anjing di tepi jalan. Anjing itu mengeluarkan suara seakan-akan membujuk anaknya yang sedang mengerumuninya untuk menyusu. Maka Rasulullah meminta seorang Sahabat untuk menjaga jangan sampai ada dan kalangan anggota rombongan baginda yang mengganggu anjing itu dan anak-anaknya. Ketika Rasulullah melihat seekor himar yang telah diberi tanda dengan besi panas di mukanya, baginda menentangnya dan melarang haiwan diberi tanda dan dipukul di mukanya.
19. Ketika Rasulullah meninggalkan kabilah Saqif, ada seorang lelaki yang memohon kepada beliau, “Wahai Rasulullah, berdoalah untuk kebinasaan mereka.” Rasulullah berkata, “Ya ALLAH, berilah petunjuk kepada kabilah Saqif dan bawalah mereka (ke jalan yang benar).”
20. Satu ketika Abu Zar keluar bersama hamba sahayanya yang berpakaian seperti apa yang beliau pakai, lalu ada orang bertanya, “Mengapa kamu berbuat demikian?” Abu Zar menjawab, beliau mendengar Rasulullah berkata: “Hamba sahaya itu adalah saudaramu, mereka di jadikan oleh ALLAH di bawah kekuasaanmu. Maka barangsiapa saudaranya di bawah kekuasaannya (di bawah jagaannya), hendaklah dia memberi makan dengan apa yang dia makan dan memberi pakaian dengan pakaian yang is pakai, dan janganlah hamba itu disuruh melakukan pekerjaan di luar batas kemampuannya. Apabila mereka diperintahkan bekerja maka bantulah mereka.”
INILAH sebahagian daripada cerita-cerita sebagai bukti betapa pengasih dan pemaafnya Rasulullah SAW, model agung kecintaan yang paling unggul dan patut dicontohi oleh manusia sepanjang zaman. Cerita-cerita itu menunjukkan betapa kasih dan sayangnya Rasulullah SAW sama ada kepada manusia atau bintang, yang sepatutnya dicontohi oleh umat Islam.

Kasih Sayang Rasulullah Saw Kepada Istrinya




Orang yang mempelajari sejarah hidup Rasulullah saw. maka ia akan menemukan bahwa Rasulullah saw. adalah orang yang sangat memperhatikan isterinya, menjaganya, dan memberikan cinta kepadanya.
Banyak sekali contoh tentang hal tersebut, Rasulullah saw. adalah orang yang pertama menghiburnya ketika isterinya bersedih, menghapus air matanya, mengetahui perasaannya, tidak memojokkannya dengan kata-kata yang tidak enak di dengar,  beliau saw. mendengarkan pengaduannya, meringankan kesedihannya, bertamasya dan berlomba dengannya, mempertimbangkan usulannya, menghormati pribadinya tidak merendahkannya ketika terjadi musibah atau masalah, bahkan beliau saw. memberitahukan cintanya kepadanya dan bahagia dengan cinta tersebut, berikut adalah beberapa contoh kasih sayang Rasulullah saw. terhadap isteri-isterinya:

Mengetahui perasaannya
Rasulullah saw. bersabda kepada Aisyah Ra. : ”Sesungguhnya saya mengetahui jika kamu senang terhadap saya, dan jika kamu sedang marah kepadaku, Aisyah berkata: dari mana Baginda mengetahuinya? Rasulullah saw. menjawab: adapun jika engkau sedang senang terhadapku, maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi Tuhan (nya) Muhammad! Dan jika kamu sedang marah maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi tuhan (nya) Ibrahim as.! Aku (Aisyah as.) berkata: ya, betul itu..”.
(HR. Aisyah as. , al muhaddits: Muslim, Hadits shahih, sumber: al Musnad as Shahih, Hal atau no: 2439).
Rasulullah saw. Memperhatikan rasa cemburunya dan cintanya
Hadits dari Ummu salamah ra. Bahwasanya ia membawakan Rasulullah saw. dan para sahabatnya satu piring makanan, kemudian Aisyah ra. Datang dengan memakai pakaian (kisaa’), dan sedang membawa fahr (sebuah batu), dan menggunakan fahr tersebut memecahkan piring (yang di bawa oleh Ummu Salamah), kemudian Rasulullah saw. mengumpulkan ke dua pecahan piring tersebut, dan Beliau saw. bersabda: “makanlah telah cemburu Ummu kalian dua kali, kemudian Rasulullah saw. mengambil piringnya Aisyah Ra. Dan memberikannya kepada Ummu salamah Ra. Dan memberikan piring Ummu Salam Ra. Kepada Aisyah Ra. “.
 (HR. Ummu Salamah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits al Baany, sumber: shahihu Nasaai, Hal atau no: 3966).
Rasulullah saw. memahami kelemahannya dan tabiatnya
Rasulullah saw. bersabda: “Aku berwasiat kepada kalian mengenai wanita,  karena perempuan di ciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), sesungguhnya sesuatu yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya, jika kamu (memaksanya) supaya lurus, maka kamu akan memecahkannya, dan jika kamu membiarkannya bengkok maka ia akan senantiasa bengkok, maka aku berwasiat kepada kalian (peliharalah dengan baik) para wanita”.
(HR. Abu Hurairah Ra., Hadits Shahih, Sumber: al Jaami’u Sshahih, al Muhaddits: Bukhari, Hal atau no: 3331).
Hadits diatas bukan sebagai celaan terhadap kaum hawa (wanita) sebagaimana yang di pahami oleh sebagian orang,  akan tetapi untuk memahamkan kaum pria tentang tabi’at seorang perempuan.
Dalam hadits tersebut terdapat suatu pemahaman yang sangat menakjubkan mengenai tabiat seorang perempuan, dan juga di dalamnya terdapat suatu isyarat bahwa boleh membiarkan seorang perempuan sesuai dengan tabi’atnya (mengikuti karakternya) dalam hal-hal yang hukumnya Mubah (boleh), akan tetapi tidak boleh membiarkannya larut dalam tabi’atnya (karakternya)  jika hal tersebut dapat membuat dia berbuat suatu yang tercela seperti maksiat dan meninggalkan hal-hal yang wajib.
Rasulullah saw. mengadu dan bermusyawarah dengannya.
Rasulullah saw. bermusyawarah dengan isteri-isterinya mengenai hal-hal yang penting, diantaranya Rasulullah saw. bermusyawarah dengan Ummu Salamah Ra. Pada ” Shulhul Hudaibiyah”. (perdamaian Hudaibiyah),  Ketika Rasulullah saw. telah selesai menulis hal-hal yang beliau saw. sepakati dengan pihak kaum Quraisy, yaitu perjanjian Hudaibiyah tahun Hudaibiyah, beliau bersabda kepada para sahabatnya: “berdirilah kalian semua, berkorbanlah (potong hewan kurban), dan bertahallul –lah (cukur rambut), beliau saw. bersabda: tidak ada seorangpun dari mereka yang berdiri, sampai beliau mengatakan hal tersebut tiga kali, ketika tidak ada satupun dari mereka yang berdiri, maka beliaupun masuk dan menemui Ummu Salamah Ra. kemudian menceritakan hal tersebut kepadanya,  maka Ummu Salamah mengatakan kepadanya: Wahai Nabi Allah !, keluarlah dan jangan bicara dengan siapapun dari mereka, sampai Baginda memotong hewan kurban milik Baginda dan panggillah tukang cukur Baginda dan bercukurlah, beliaupun saw. berdiri dan tidak berbicara dengan siapapun dari mereka, sampai beliau saw. selesai melakukan hal tersebut. Maka ketika mereka (para sahabat)  melihat apa yang telah di lakukan Rasulullah saw., merekapun berdiri dan memotong hewan kurbannya (damnya),  dan mereka saling bercukur-cukuran, sehingga hampir saja mereka salaing membunuh di karenakan ke samaran”.
 (HR. Ummu Salamah Hindun Binti Abi Umayyah Ra., Hadits Mutawatir, al Muhaddits: Ibn jarir at Tabari, Sumber: Tafsir At Tabari, Hal atau no: 2/293).
Menunjukkan kecintaanya dan kesetiaannya kepadanya
Rasulullah saw. bersabda kepada Aisyah Ra. Pada hadits Ummu Zar’I t Thawil Yang di riwayatkan oleh Imma Bukhari: “ Saya untukmu seperti Abi Zar’I terhadap Ummu Zar’I “ artinya: kesetiaan dan cinta saya kepadamu seperti kesetiaan dan cinta  Abi Zar’I, kemudian Aisyah Ra. Berkata: demi Ayah dan Ibuku Engkau lebih baik daripada Abi Zar’I terhadap Ummu Zar’I”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, sumber: Al Jaami’ As shahih, hal atau no: 5189).
Memanggilnya dengan panggilan yang baik
Rasulullah saw. memanggil Aisyah Ra. Dengan panggilan: Ya ‘Aisy.., ini Jibril as. Mengucapkan salam untukmu, maka aku (Aisyah Ra.) berkata: atasnya salam dan Rahmat Allah swt. dan berkah-Nya kepadanya, Baginda melihat apa yang aku tidak lihat. Yang dia maksud Rasulullah saw.
Terkadang beliau saw. memanggil Aisyah Ra. Dengan panggilan “wahai Humairah” , kata “humairah” ialah bentuk tashgir (diminutif) dari kata al Hamraa’ artinya yang putih.
(HR. Aisyah Ra., Hadits sanadnya shahih, al Muhaddits: Ibn Hajar al Asqalani, sumber: Fathul baari oleh Ibn hajar al Asqalaany, no atau hal: 515/2).
Rasulullah saw. makan dan minum bersamanya
Aisyah Ra. Berkata: “ketika saya sedang haidh saya minum, kemudian minuman saya di ambil oleh Rasulullah saw., kemudian beliau saw. meletakkan mulutnya di tempat bekas mulut saya, kemudian beliau minum, saya sedang menggigit sisa-sisa daging yang terletak di tulang sementara saya sedang haid, kemudian (tulang) tersebut di ambil oleh Rasulullah saw. , kemudian beliau saw. meletakkan mulutnya pada tempat bekas mulut saya”.
(HR. Aisyah Ra., Derajat hadits: shahih, Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad Shahih, Hal/no: 300).
Rasulullah saw. tidak pernah mengeluhkan keadaan isterinya.
Aisyah Ra. Berkata: “Saya menyisir rambut Rasulullah saw. ketika saya sedang haid”.
(HR. Aisyah Ra., Derajat hadits: Shahih, al Muhaddits: al Bukhari, sumber: al Jaami’ shahih, Hal/no: 295).
Rasulullah  saw. tidur dan bersandar di kamar isterinya.
Aisyah Ra. Berkata: “Rasulullah saw. bersandar di kamarku ketika aku sedang haid, kemudian beliau membaca al Qur’an”.
(HR. Aisyah Ra., Derajat hadits: Shahih,
 al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ shahih, Hal/no: 297).

Rasulullah saw. bertamasya dengan isterinya
Adalah Rasulullah saw. ketika hendak melakukan perjalanan maka beliau saw. mengundi isteri-isterinya , kemudian Aisyah Ra. Dan Hafshah Ra. Namanya di undi, lalu nama keduanya keluar secara bersamaan. Maka pada malam hari Rasulullah saw. berjalan di temani Aisyah Ra. Dan beliau ngobrol dengannya, maka Hafshah Ra. Berkata kepada Aisyah Ra. : Bagaimana kalau malam ini kamu menunggangi unta saya dan saya menunggangi unta kamu dan kita sama-sama memperhatikan (apa yang akan di lakukan oleh Rasulullah saw.)? Aisyah menjawab: baik, maka Aisyahpun menunggangi unta Hafshah. Sementara Hafshah menunggangi unta Aisyah. Kemudian Rasulullah saw. mendatangi unta Aisyah yang sementara di tunggangi oleh Hafshah, Beliau saw. mengucapkan salam kepadanya dan berjalan bersamanya, sampai mereka singgah, Aisyah Ra. Tertinggal jauh diapun cemburu, ketika mereka singgah (pada suatu tempat) maka Aisyah Ra. Meletakkan kakinya pada rumput-rumput yang ada (memukul-mukulkannya ke tanah), kemudian ia berkata: Ya Tuhan ! biarkanlah kalajengking menyengat saya atau ular mematuk saya.  Rasul-Mu! dan saya tidak  dapat mengatakan sesuatupun kepadanya”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2445).
Rasulullah saw. membantu isterinya mengerjakan pekerjaan rumah
Aisyah Ra. Di tanya: mengenai apa yang di lakukan Rasulullah saw. di rumahnya? Aisyah Ra. Menjawab: beliau saw. membantu isterinya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, dan jika beliau saw. mendengarkan adzan beliaupun keluar (ke mesjid)”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ as Shahih, Hal/No: 5363).
Rasulullah saw. mengerjakan sesuatu yang bisa beliau lakukan sendiri untuk meringankan beban isterinya
Aisyah Ra. Di tanya mengenai apa yang di lakukan Rasulullah saw. di rumahnya? Aisyah menjawab: beliau saw. mencuci sendiri pakaiannya, memeras susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri”.
 (HR. Aisyah Ra.,  Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihul Jaami’, Hal/No: 4996).
Aisyah Ra. Juga mengatakan bahwa: Rasulullah saw. sendiri yang menjahit bajunya, menambal sandalnya dan mengerjakan seperti apa yang di lakukan suami-suami yang lain di rumahnya”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihul Jaami”, Hal/No: 4937).
Menahan diri  (agar tidak marah) untuk kebahagiaannya (pada hal-hal yang boleh)
Abu Bakar Ra. Masuk ke rumahnya Aisyah Ra. Sementara terdapat dua anak perempuan yang sedang memukul rebana, dan keduanya menyanyi, sementara Rasulullah saw. sedang menutup kepalanya dengan kainnya, kemudian beliau saw. membuka penutup di wajahnya dan mengatakan: wahai Abu Bakar biarkan saja! Hari ini adalah hari raya, yaitu hari-hari Mina, sementara Rasulullah saw. pada waktu itu berada di Madinah”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihu nasaa’I, Hal/No: 1596).
Rasulullah saw. cinta kepada isteri-isterinya
Rasulullah saw. sangat cinta dan sayang terhadap Khadijah Ra. Sementara saya (Aisyah Ra.) tidak pernah bertemu dengan Khadijah, Aisyah Ra. Berkata: jika Rasulullah saw. memotong seekor kambing, maka beliau saw. bersabda: kirimkanlah (dagingnya) untuk kerabat-kerabat Khadijah. Aisyah Ra. Berkata: dan pada suatu hari aku marah, dan aku mengatakan: Khadijah? Lalu Rasulullah saw. bersabda : sesungguhnya saya telah di karuniai cintanya”…
(HR. Aisyah Ra., Hadits shahih, al Muhaddits: Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, hal/no:2435).
74712- jika beliau saw. memotong kambing, beliau saw. bersabda: kirimkanlah kepada kerabat-kerabat Khadijah”.
 (HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: Shahihul jaami’, Hal/No: 4722).
Rasulullah saw. memuji isterinya
“Kelebihan Aisyah Ra. Di bandingkan isteri-isterinya yang lain seperti bandingannya Tsaried (bubur, roti yang di remuk dan di rendam dalam kuah) dengan makanan-makanan yang lain”.
(HR. Anas Bin Malik Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2446).
Rasulullah saw. bahagia ketika isterinya bahagia
Aisyah Ra. Berkata: pada suatu hari Rasulullah saw. pulang dari suatu peperangan sementara  saya menutupi sesuatu, lalu angin bertiup maka terbukalah kain penutup tersebut dan kelihatanlah boneka-boneka mainanku, Rasulullah saw.pun bertanya: apa ini? Aisyah Ra. Menjawab: ini adalah bonekaku (mainanku), kemudian beliau pun bertanya lagi: apa yang terdapat di tengah-tengahnya ini? Aku menjawab: itu adalah kuda, beliau saw. bertanya lagi: apa yang terdapat di tubuhnya ini? Aku menjawab: itu adalah dua sayap, beliau bersabda: kuda mempunyai dua sayap? Aku berkata: apakah baginda Rasulullah saw. tidak pernah mendengar bahwasanya Sulaiman bin Daud mempunyai seekor kuda yang punya sayap. Rasulullah saw. pun tertawa sehinnga nampak gigi gerahamnya”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Ghayatul maram, Hal/No: 129).
Rasulullah saw. memperhatikan akhlak yang baik dari isteri-isterinya
…jika tidak di sukai salah satu dari perangainya (si isteri) mungkin anda dapat menyukai perangainya yang lain…
(HR. Muslim, Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, sumber al Musnad as Shahih, Hal/No: 1469).
Tidak menyebarkan rahasia-rahasianya (baik dari pihak isteri atau suami)
Sesungguhnya orang yang paling jelek (jahat) posisinya di sisi Allah pada hari kiamat ialah: suami yang membuka rahasia isterinya (mempermalukannya), dan isteri yang mempermalukan suaminya, dan menyebarkan rahasianya”.
 (HR. Abu Sa’id al Khudry, Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, Sumber: al Musnad Shahih, Hal/No: 1437).
Rasulullah saw. tidak menyaikiti atau memukul isterinya
Rasulullah saw. tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, Beliau saw. tidak pernah memukul isterinya, dan juga pembantunya, kecuali jika beliau sedang berjihad di jalan Allah Swt. (berperang….
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2328).
Rasulullah saw. menjaga dan mengusap air mata isterinya
Shafiyah Ra. Bersama dengan Rasulullah saw. pada suatu perjalanan, lalu ia lambat di dalam perjalanan, maka Rasulullah saw. menemuinya sementara ia sedang menangis, dan berkata: baginda memberikan aku unta yang lambat, maka Rasulullah saw. mengusap air mata di kedua matanya dan mendiamkannya”.
(HR. an Nasaa’i).
Rasulullah saw. menyuapi isterinya
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak akan menafkahkan suatu nafkah yang engkau mengharap dengan nafkah tersebut Ridha Allah, kecuali Allah akan menambahakan dan meninggikan derajatmu, sekalipun hanya suapan yang engkau letakkan di mulut isterimu”.
(al Muhaddits: Ibn Taimiyyah, Hadits Shahih, Sumber: al Majmu’ fatawa, Hal/No: 30/10).
Rasulullah saw. memperhatikan kebutuhan-kebutuhan isterinya
 Aku bertanya: wahai Rasulullah saw. apa hak isteri terhadap kami (para suami), Beliau Saw. menjawab: memberinya makanan jika kamu makan, memberinya pakaian jika kamu punya pakaian, jangan pukul wajahnya, jangan mencacinya, dan jangan membentaknya kecuali jika kamu di rumah (jauh dari pandangan orang banyak)”.
(HR. Mu’awiyah bin Hidah al Qusyairy, derajat hadits: (di syaratkan dalam al Muqaddimah) bahwasanya  hadits ini adalah hadits shahih sesuai dengan jalur ahlul hadits, al Muhaddits: Ibn Daqiq al ‘id, Sumber: al Ilmam, Hal/No: 2/655).
Rasulullah saw. memilihkan nama-nama yang baik untuk isterinya
Aisyah Ra. Berkata kepada Rasulullah saw. : Ya Rasulullah saw. setiap isteri-isterimu mempunyai kuniyah (gelar) kecuali saya, lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya: berilah dirimu kuniya dengan nama anakmu Abdullah yakni Abdullah Ibn Zubair, kamu sekarang adalah Ummu Abdullah, berkata: maka senantiasa ia di gelar dengan sebutan Ummu Abdullah sampai ia wafat sementara ia tidak pernah melahirkan”.
(HR. ‘Urwa bin Zubair, sanadnya shahih, al Muhaddits al Baany, sumber: silsilatu ahaaditsu as Shahihah, Hal/No: 1/255).
Rasulullah saw. mencintai isterinya dan menghormati keluarganya
Rasulullah saw. mengutus ‘Amru bin ‘Ash Ra. dalam suatu peperangan zaatu ssalaasil , ia berkata: lalu aku mendatanginya kemudian aku berkata: siapa yang anda paling sukai? Beliau saw. menjawab: Aisyah, aku bertanya lagi kalau dari golongan laki-laki? Beliau saw. menjawab: ayahnya (yaitu Abu Bakar Ra.), aku bertanya lagi: kemudian siapa lagi? Beliau saw. menjawab: Umar, kemudian beliau menyebutkan beberapa orang , lalu aku diam khawatir beliau akan menjadikanku paling terakhir dari mereka (dari nama-nama yang telah di sebutkan)”.
(HR. Abu Utsman an Nahdy, Hadits Shahih, Muhaddits: Bukhari, sumber: al Jaami’ as Shahih, Hal/No: 4358).
Rasulullah saw. tidak mencacinya ketika terjadi masalah
Aisyah Ra. Berkata: adalah Rasulullah saw. ketika ingin melakukan perjalanan maka beliau mengundi nama-nama para isterinya maka barangsiapa dari mereka yang keluar namanya (undiannya) maka dialah yang berhak menemaninya dalam perjalanan, dan ketika terjadi perang Bani Mushtalaq undian (nama) saya keluar, maka akupun keluar bersamanya. Aisyah Ra. Berkata: perempuan-perempuan pada waktu itu memakan al ‘alq (sepotong daging) tidak menggemukkan, dan ketika melakukan perjalanan maka saya mempunyai unta dan saya duduk di dalam tenda (yang di letakkan di atasnya), kemudian beberapa orang datang lalu membawaku dengan mengangkat bagian bawah tenda kemudian mereka mengangkatnya, lalu mereka meletakkannya di atas punggung unta dan mengikatnya dengan tali setelah itu mereka pergi.
Aisyah Ra. Berkata: ketika Rasulullah saw. selesai dari perjalanannya maka kafilahpun berangkat (untuk pulang), dan ketika mereka telah mendekati Madinah mereka singgah di suatu tempat dan bermalam di tempat tersebut beberapa malam. Kemudian setelah itu ada izin untuk melanjutkan perjalanan maka orang-orangpun siap-siap untuk berangkat sementara saya keluar untuk melaksanakan hajat saya dan di leher saya terdapat sebuah kalung, dan ketika saya telah selesai dari membuang hajat, kalung tersebut lepas dari leher saya dan saya tidak tau jatuh di mana?, lalu aku kembali ke tempat barang-barang dan mencari kalung saya tapi aku tidak menemukannya, sementara orang-orang telah siap-siap untuk berangkat, kemudian aku kembali ke tempat aku membuang hajatku tadi lalu aku mencarinya sampai aku menemukannya.
 kemudian datang orang-orang yang bertugas mempersiapkan unta saya – dan mereka telah selesai dari persiapannya- lalu mereka mengangkat tenda, mereka mengira saya berada di dalam tenda tersebut sebagaimana yang telah saya lakukan sebelumnya (saya berada di dalam tenda tersebut), mereka pun mengangkatnya dan mengikatnya di atas punggung unta, dan mereka tidak ragu kalau saya ada di dalamnya lalu mereka menuntun unta dan berangkat…!!!!
 Kemudian aku kembali ke tempat para prajurit (setelah ia menemukan mencari kalungnya di tempat ia membuang hajatnya) akan tetapi aku tidak menemukan siapa-siapa lagi? Seluruhnya telah berangkat. Aisyah Ra. Berkata: lalu aku menggulung jilbabku dan tidur di tempatku, dan saya mengetahui bahwa kalau saya tertinggal,  maka orang-orang akan datang mencari saya, demi Allah! Saya sedang tidur, dan Marwan bin Mu’atthal as Salamy lewat di depan saya, beliau juga terlambat karena melaksanakan beberapa hajatnya, maka dia tidak menginap bersama dengan orang-orang yang lain, kemudian ia melihat bayangan-bayangan hitam iapun mendekat dan berdiri di depan saya –dan ia melihatku sebelum saya mengenakan  hijabku-dan ketika ia telah melihatku iapun berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun ini adalah isteri Rasulullah saw.? dan saya sedang berbantalkan dengan kainku..!!! ia berkata: apa yang membuat anda terlambat semoga Allah merahmatimu? Aisyah Ra. Berkata: aku tidak pernah menjawab pertanyaannya, kemudian ia mendekati unta dan berkata: naiklah! Dan iapun menjauh dari saya. Aisyah Ra. Berkata: dan aku menunggangi unta tersebut dan ia menuntun unta berjalan mencari orang-orang yang lain, demi Allah ! kami tidak menemukan  yang lain,  aku tidak merasa kehilangan sampai ketika subuh hari mereka turun, dan ketika mereka telah tenang datanglah seseorang yang menunutun untaku, maka mulailah orang-orang yang suka menyebarkan kebohongan mengatakan sesuatu, dan kamp militer berguncang, demi Allah aku tidak mengetahui  sedikitpun (tentang gossip yang menyebar).
Kemudian kami tiba di Madinah…tidak seorangpun yang mengabarkan kepadaku tentang hal tersebut, sementara berita tersebut telah sampai kepada Rasulullah saw. dan kepada kedua orang tuaku, sementara mereka tidak membicarakan hal tersebut kepadaku sedikitpun , hanya saja saya merasakan sedikit keanehan dari Rasulullah saw. mengenai kelembutannya kepadaku tentang  pengaduan ini, maka aku mengingkari hal tersebut darinya, jika beliau saw. masuk dan saya bersama dengan ibu saya yang merawatku, beliau saw. berkata: bagaiaman kabar kalian? Tidak lebih dari itu.
Aisyah Ra. Berkata: sampai aku marah kemudian aku mengatakan: wahai Rasulullah! Ketika aku telah melihat beliau sangat tertutup terhadapku: jika anda mengizinkan saya akan pindah ke rumah ibuku? Beliau saw. menjawab: tidak mengapa, Aisyah Ra. Berkata: maka aku kerumah ibuku sementara saya belum mengetahui apa yang telah terjadi, sehingga aku sembuh dari sakitku setelah berlalu lebih dari 20 hari, kami orang-orang arab tidak membuat al kanf  (wc atau semacamnya) di dalam rumah kami, sebagaimana  yang di lakukan oleh orang selain arab, kami tidak menyukainya, akan tetapi kami keluar ke tempat yang luas di madinah, dan setiap perempuan keluar di malam hari untuk membuang hajatnya.
 Pada suatu malam aku keluar untuk melaksanakan beberapa hajatku dan saya di temani oleh Ummu Misthah, demi Allah! Ia berjalan bersama saya, tiba-tiba ia tersandung...lalu ia berkata: tersungkur Misthah? Maka aku mengatakan: sungguh tidak menyenangkan Demi Allah! Apa yang telah engkau katakan terhadap seseorang dari orang-orang muhajirin yang menyaksikan perang Badar”!!! ia berkata: apakah berita itu tidak sampai kepadamu wahai putri Abu Bakr Ra. ?? aku bertanya: berita yang mana? Maka iapun menceritakan aku terhadap apa yang telah di sebarkan oleh orang-orang ifki  (Yang suka membuat kebohongan), aku bertanya lagi? Sunnguhkah hal ini telah terjadi? Ia menjawab: iya, demi Allah! hal ini telah terjadi, Aisyah berkata: Demi Allah! Aku tidak mampu untuk membuang hajatku dan akupun kembali, demi Allah! Aku senantiasa menangis sampai aku mengira bahwasanya tangisan akan memecahkan hatiku.
Aku berkata kepada ibuku: semoga Allah mengampunimu, orang-orang telah saling bercerita terhadap apa yang terjadi dan ibu tidak menceritakan kepadaku tentang hal tersebut sedikitpun? Ia menjawab: wahai putriku!!  Jangan kamu terlalu bersedih, hal ini sering terjadi jika seorang perempuan yang cantik dan di cintai oleh suaminya, sedangkan ia mempunya madu, maka mereka akan saling bercerita (gossip) demikian juga orang-orang lain, Aisyah Ra. berkata: Rasulullah saw. bangkit dan berpidato di hadapan orang banyak, sementara saya tidak mengetahui hal tersebut, beliau saw. memuji Allah swt. kemudian bersabda: wahai sekalian manusia! Mengapa seseorang menyakiti aku dengan memfitnah keluargaku mereka mengatakan atas diri mereka yang tidak benar? Demi Allah,  aku mengenal mereka bahwa mereka itu adalah orang-orang yang baik, mereka mengatakan hal tersebut terhadap seseorang, demi Allah swt. Aku tidak mengenal dia kecuali ia adalah orang yang baik, dan ia tidak masuk ke dalam rumah dari rumahku kecuali ia bersamaku!
Aisyah Ra. Berkata: hal ini di besar-besarkan oleh Abdullah bin Ubay bin salul dari suku Khazraj, bersama dengan Misthah dan Hamnah binti Jahasy karena saudarinya yaitu Zainab binti Jahasy adalah termasuk isteri Rasulullah saw. Tidak terdapat dari isteri-isteri Rasulullah saw. Yang menandingi posisi saya di sisi Rasulullah saw. Dari dia, namun Zainab binti Jahasy Ra. Allah swt. Menjaganya dengan agamanya (imannya yang kuat) maka ia tidak mengatakan sesuatu kecuali hal yang baik, adapun Hamnah (saudarinya) ia menyebarkan kebohongan ini karena posisi adiknya yang menjadi isteri Rasulullah saw.
Maka ketika Rasulullah saw. Mengatakan perkataannya (pidatonya) tersebut Usaid bin Khudair mengatakan: “wahai Rasulullah ! jika mereka dari kaum Aus maka kami akan membunuh mereka, dan jika mereka dari kaum kami Khazraj maka perintahkanlah kami dengan perintahmu, demi Allah! Mereka memang pantas untuk di penggal kepalanya.
Kemudian Sa’ad bin Ubadah Berdiri kemudian ia berkata: demi Allah, kamu telah berdusta, kalian tidak akan memenggal leher mereka, sesungguhnya kamu tidak mengatakan perkataan tadi kecuali engkau telah mengetahui bahwasanya mereka dari suku Khazraj, seandainya dari kaummu maka kamu tidak akan mengatakan hal tersebut.
 Maka Usaid mengatakan: Demi Allah, kamu telah berdusta, akan tetapi kamu adalah seorang munafik yang  memperdebatkan tentang orang-orang munafik…dan manusia saling menyerang sehingga hampir saja kedua suku ini saling bertempur, kemudian Rasulullah saw. Turun (dari mimbarnya) dan masuk menemui saya, dan beliau saw. Memanggil Ali bin Abi Thalib Ra. Dan Usamah bin Zaid Ra. Kemudian Rasulullah saw. Bermusyawarah dengan keduanya, adapun Usamah Ra. Maka ia memuji (Aisyah Ra.) dengan baik, kemudian ia mengatakan: Wahai Rasulullah! Ia adalah isterimu, dan kami tidak mengenal mereka kecuali mereka adalah orang-orang yang baik, dan berita ini adalah suatu kebohongan dan kebatilan!
 Adapun Ali bin Thalib Ra. Ia mengatakan: “wahai Rasulullah, perempuan masih banyak dan baginda mampu untuk mencari penggantinya, dan tanyalah al jaariyah (pelayan perempuan) maka ia akan membenarkanmu, kemudian Rasulullah saw. Memanggil Barirah dan menanyainya, kemudian Ali Ra. Berdiri dan memukulnya dengan pukulan yang sangat keras dan mengatakan: benarkan Rasulullah saw. ,maka Barirah mengatakan: demi Allah, saya tidak mengetahui kecuali ia (Aisyah Ra.) adalah seorang yang baik, dan saya tidak melihat aib terhadap diri Aisyah Ra. Kecuali saya sedang membuat adonanku, lalu aku memerintahkannya untuk menjaga adonan itu, kemudian ia tertidur dan datang kambing memakannya!
Aisyah Ra. Berkata: kemudian Rasulullah saw. Masuk menemuiku dan saya sedang bersama dengan kedua orang tuaku, bersama saya seorang perempuan dari Anshar, saya menangis dan iapun menangis, maka beliau saw. Duduk dan bertahmid memuji Allah swt., kemudian beliau saw. Bersabda: wahai Aisyah sesungguhnya telah sampai kepadamu perkataan orang-orang, bertakwalah kepada Allah, jika engkau benar telah melakukan suatu dosa sebagaimana yang di katakana orang-orang, maka bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah swt .menerima taubat hamba-hamba-Nya…
Aisyah Ra. Berkata: Demi Allah, tiadalah beliau saw. Mengatakan hal tersebut sehingga air mataku mengalir, karena aku merasa tidak melakukan tentang hal tersebut, kemudian aku menunggu kedua orang tuaku untuk menjawab mengenai aku, akan tetapi keduanya tidak mengatakan apa-apa!
Aisyah Ra. Berkata: demi Allah, sesungguhnya saya merendahkan diriku sehingga Allah swt. Menurunkan dalam al Qur’an, akan tetapi saya berharap semoga Rasulullah saw. Melihat dalam mimpinya Sesutu yang Allah swt. Mendustakan berita tersebut mengenai saya, agar beliau saw. Mengetahui tentang kesucianku, …Aisyah Ra. Berkata: ketika saya melihat kedua orang tua saya tidak berkomentar, aku berkata kepadanya: kenapa ayah dan ibu tidak  menjawab Rasulullah saw.? Maka keduanya berkata: demi Allah, kami tidak tahu harus menjawabnya dengan apa. Aiysah Ra. Berkata: demi Allah, aku tidak mengetahui sebuah keluarga yang mendapatkan kesedihan sebagaimana yang telah masuk kepada keluarga Abi Bakar di hari-hari tersebut.
 Kemudian Aisyah Ra. Berkata lagi: ketika keduanya tidak jelas sikapnya kepada saya maka aku menangis, kemudian aku berkata: demi Allah, selamanya saya tidak akan bertaubat kepada Allah terhadap apa yang Baginda telah katakan, demi Allah, sesungguhnya saya mengetahui jika saya membenarkan apa yang telah di katakan oleh orang-orang  –sesungguhnya dia (yang menyebarkan kabar bohong) mengetahui bahwasanya saya adalah suci--   maka aku akan mengatakan apa yang tidak terjadi, dan jika aku mengingkari apa yang mereka katakan maka mereka tidak akan mempercayaiku, Aisyah Ra. Berkata: kemudian aku ingin menyebut Nabi Ya’qub as. Akan tetapi aku tidak mengingat namanya, maka aku mengatakan: aku mengatakan apa yang telah di katakana oleh bapaknya Nabi Yusuf as.: maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku, dan Allah sajalah yang di mohon pertolongan-Nya terhadap apa yang mereka katakan, demi Allah, Rasulullah saw. Tidak meninggalkan tempatnya sampai Allah swt. Menurunkan wahyu kepadanya dan beliau saw. berlindung dengan kainnya, kemudian beliau saw. Meletakkan bantal di bawah kepalanya, adapun saya ketika melihat apa yang terlihat, demi Allah, saya tidak takut, sungguh saya telah mengetahui bahwasanya saya suci, dan bahwasanya Allah swt. Tidak menzalimiku.
 Adapun kedua orang tuaku demi yang jiwa Aisyah berada di genggaman-Nya, wahyu belum selesai turun kepada Rasulullah saw. Sampai aku mengira mereka berdua akan meninggal di karenakan khawatir akan turun wahyu dari Allah swt. Yang membenarkan apa yang di katakan oleh orang-orang (mengenai saya), kemudian wahyu dari Allah swt. selesai turunnya kepada Muhammad saw. Maka beliau saw. Duduk, sungguh wajah beliau saw. terlihat Berseri-seri bagaikan mutiara di musim dingin, maka beliau saw. Menyapu keringat yang terdapat di wajahnya, kemudian bersabda: “berita gembira wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah swt. Telah menurunkan ayat mengenai kesucianmu.
 Maka aku mengatakan: segala puji bagi Allah, kemudian Rasulullah saw. Keluar menemui orang-orang kemudian berpidato di depan mereka dan membacakan beberapa ayat kepada mereka:
” Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”.
(QS. An Nuur: 11).
(perawi: Aisyah Ra., Hadits shahih, terdapat di shahih Bukhari dan Muslim, al Muhaddits: al Baany, sumber: Fiqhi ssirah, hal/no: 288).

Menunggu sebentar (memperlambat) untuk menemui (isterinya) sehingga ia dapat berhias untuknya
Kami kembali bersama Rasulullah saw. Dari suatu peperangan, maka aku terburu-buru dengan untaku, kemudian orang yang di belakangku mendapatiku (berhasil menyusulku), maka untaku bergerak bersama dengan seokar kambing yang bersamanya, dan  untaku berjalan dengan cepat,kemudian (tiba-tiba aku bertemu) dengan Rasulullah saw. Kemudian beliau saw. Bertanya: apa yang membuatumu terburu-buru? Aku menjawab: saya akan melaksanakan akad pernikahan, Rasulullah saw. Bertanya lagi: dengan seorang gadis atau janda? Aku menjawab: dengan seorang janda, Rasulullah saw. Bersabda: kenapa kamu tidak memilih seorang gadis agar kamu bisa bersenang-senang dengannya begitupun dia, ia berkata: maka ketika kami pergi untuk bertemu dengan isteri kami, Rasulullah saw. Bersabda: tunggu sebentar, sampai kalian masuk menemuinya di malam hari, agar dia (isteri) dapat berhias”.
(Perawi: Jabir bin Abdullah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Bukhari, sumber: al Jaami’ ash Shahih, hal/no: 5079).
Rasulullah saw. Merawat sendiri isterinya ketika ia sakit
Adalah Rasulullah saw. Ketika salah seorang dari isterinya sedang sakit, maka beliau saw. Meniupkan untuknya dengan (membaca) al mau’idzaat (surah al ikhlash, surah al Falaq dan surah an Naas), kemudian ketika beliau saw. Sakit yang membuatnya wafat, maka beliau saw. Meniupkan hal tersebut dan menyapukan ke tubuhnya dengan kedua tangannya, karena kedua tangannya mempunyai berkah yang sangat besar di bandingkan dengan kedua tanganku (Aisyah Ra.). dalam riwayat Yahya bin Ayyub: Rasulullah saw. Meniupkannya dengan al al mau’idzaat.
(Perawi: Aisyah Ra., Hadits shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad ash Shahih, hal/no: 2192).
Rasulullah saw. Memberitakan berita gembira untuk isterinya dan membahagiakannya
Jibril as. Mendatangi Rasulullah saw. Dan ia mengatakan: ya Rasulullah, ini Khadijah Ra. Telah datang, dia membawa bejana yang berisikan kuah,  makanan dan minuman, jika ia telah datang menemuimu maka sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dari Saya, dan beritakan berita gembira untuknya dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang tidak ada kegaduhan dan keletihan di dalamnya”.
(Perawi: Abu Hurairah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ ash Shahih, hal/no: 3820).
Dari Aisyah Ra.: Rasulullah saw. Bersabda: “Sesungguhnya Jibril as. Mengucapkan salam untukmu”. Aku menjawab: untuknya (salam) dan rahmat Allah swt.
Jibril as. Mendatangi Rasulullah saw. Dan mengatakan: “wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah telah datang dan ia membawa makanan dan minuman, jika ia telah menemuimu maka sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dari saya, dan beritakan berita gembira dengan dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang tidak ada kegaduhan dan keletihan di dalamnya, Maka Rasulullah saw. Memberitakan berita gembira itu kepadanya, dan hal tersebut adalah kebahagiaan untuknya”.

Rasulullah SAW Dengan Kedua Cucunya


Ketika kita membaca kisah perjalanan hidup Rasulullah,   banyak sekali kisah beliau yang sangat inspiratif  dan mengharukan, bagaimana kasih sayang beliau pada keluarga, para sahabat maupun pada para pengikutnya. Semua kisah perjalanan hidupnya mampu menguras air mataku. Salah satunya adalah kisah kasih sayang beliau terhadap kedua cucunya Hasan dan Husein. Berkali-kali aku membaca kisah ini, berkali-kali pula aku menitikkan air mata, subhanallah, begitu besar kasih sayang beliau terhadap keluarga dan keturunannya.
Suatu saat Husein kecil mendatangi bundanya, Sayiddah Fathimah, sembari menangis ia berkata….
“bundaku, Kakek (Muhammad SAW) lebih mencintai kakakku Hasan”
“Mengapa duhai anakku” ujar Fathimah penuh kelembutan.
“Kakek sering mencium bibir Hasan dan hanya mencium leherku”
Segera Fathimah membawa Husein pada Muhammad, dan menceritakan keluhan Husein….
Sembari menatap tajam dan lama, Rasul mulia pun berkata…
” Anakku Fatimah, Hasan selalu ku kecup bibirnya, lantaran ia akan mati diracun oleh orang terdekatnya, dan seluruh isi perutnya akan terburai keluar lewat mulutnya, sedangkan engkau….”, Rasul menatap Husein lama sekali, Rasul tak bisa meneruskan ucapannya, dan pingsan beberapa saat, setelah siuman beliau kembali menatap tajam sambil terus menangis berguncang dadanya, lantas bertutur…
“Sedangkan engkau, Husein, sering kucium lehermu karena engkau akan syahid dengan leher terputus….”
Dan rumah mungil penuh cahaya surgawi itupun pecah oleh tangisan yang mengguncang…

SIFAT BURUK YANG HARUS DIJAUHI SUAMI


1. Tidak tepat dalam memilih istri ;
2. Melalaikan istri dan tidak memberi nafkah ;
3. Memukul Istri dengan keras dan menghinakannya ;
4. Memberi Mudharat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;
5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;
6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;
7. Mendatangi wanita pada duburnya ;
8. Menyebarkan rahasia istri kepada rekan-rekannya ;
9. Tidak mengajarkan Islam kepada istri dan membiarkannya melakukan perbuatan-perbuatan haram ;
10. Berusaha mengubah tabiat istri dengan kekerasan ;
11. Melalaikan pendidikan anak ;
12. Terlalu lama meninggalkan istri ;
13. Curiga dan berprasangka buruk terhadap istri ;
14. Tidak bersikap adil diantara para istri ;
15. Tidak membantu istrinya yang lelah ;
16. Menyempitkan nafkah untuk istri ketika lapang ;
17. Tidak sabar menghadapi tabiatnya ;
18. Menzholimi ibu demi istri ;
19. Memaksa istri untuk melakukan yang haram ;
20. Terperosok ke dalam fitnah istri dan anak ;
21. Meninggalkan bercanda dan bergurau ;
22. Mengabaikan adab-adab Islam terhadap istrinya ;
23. Tidak memperhatikan atau menjaga kesehatan istri ;
24. Hidup dengan satu irama (tidak ada inovasi) ;
25. Melecehkan istri karena keluarganya ;
26. Berlebihan dalam menetapkan standar ideal ;
27. Suami menganggap dirinya selalu benar ;
28. Terlalu sensitif terhadap perkataan istri ;
29. Tidak menghargai kondisi khusus wanita ;
30. Besar pasak dari pada tiang ;
31. Otoriter terhadap istri dan anak-anak ;
32. Melarang istri untuk berbakti kepada keluarganya ;
33. Tidak mengikuti petunjuk Islam dalam memperbaiki istri yang membangkang ;
34. Menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid ;
35. Menjatuhkan talak tiga sekaligus ;
36. Mengeluarkan istri dari rumahnya setelah talak Roj’i
37. Menyiarkan keburukan istri setelah mentalaknya.